Jumat, 03 November 2017

Manusia dan Penderitaan

Rangkuman Bab 6 Manusia dan Penderitaan

A.   Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita yang artinya menanggung atau menahan sesuatu yang tidak menyenangkan, penderitaan dapat berupa lahir atau batin ataupun lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “resiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak berpaling dari-Nya. Biasanya manusia diberi tanda sebagai peringatan yang dapat berupa mimpi atau berasal dari realita.

B.   Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan jasmani ataupun rohani, akibat dari siksaan terhadap seseorang dapat menimbulkan penderitaan. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca diberbagai media massa.
Siksaan bersifat psikis adalah sebagai berikut :
a)      Kebimbangan, hal ini dialami oleh seseorang apabila ia tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kebimbangan ini juga dapat mengakibatkan seseorang merasa tertekan dan merasa terbebani pikirannya dan menjadi sebuah siksaan bagi orang tersebut. Tetapi apabila seseorang yang kuat dalam berpikir ia akan cepat mengambil keputusan, sehingga kebimbangan akan dapat cepat teratasi.
b)      Kesepian, hal ini dialami oleh seseorang apabila ia merasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian dengan keadaan sepi tidak dapat disamakan karena seseorang yang berada didalam keadaan sepi belum tentu hati mereka sepi seperti seorang ahli ibadah yang sedang beribadah dalam keadaan sepi.
c)       Ketakutan, hal ini dialami karena berbagai macam sumber yang mana setiap orang memiliki ketakutan terhadap sesuatu atau terhadap hal yang tertentu. Perasaan ini tidak mengenal lingkungan ramai atau sepi, perasaan ini dapat terjadi walaupun keadaan lingkungan sekitar sedang ramai dan saat keadaan sepi tidak akan selalu merasakan ketakutan. Rasa ketakutan yang berlebihan dapat disebutkan sebagai phobia yang sifatnya psikis.

C.    Kekalutan Mental
Kekalutan mental merupakan penderitaan batin, atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga bertingkah kurang wajar.


Gejala awal bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut :
1.       Nampak pada badan yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2.       Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah sebagai berikut :
1.       Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2.       Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan masalah tersebut, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan soal melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
3.       Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Penyebab timbulnya kekalutan mental antara lain :
1.       Kepribadian yang lemah, hal ini terjadi akibat kondisi jasamni atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
2.       Terjadinya konflik sosial budaya, hal initerjadi akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi. Misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan kehidupan dengan kehidupan kota, serta orang tua yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa jayanya dulu.
3.       Cara pematangan batin, merupakan hal yang salah dalam memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

D.   Penderitaan dan Perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan baik ringan maupun berat. Sebab penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang sifatnya sebagai kodrat. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan tersebut semaksimal mungkin, atau menghindari bahkan menghilangkan sama sekali.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Harus selalu ingat bahwa manusia yang merencanakan dan Tuhan lah yang memutuskan. Sebab kelalaian manusia lah yang menjadi sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaan.

E.    Penderitaan, Media Massa, dan Seniman
Dalam era global seperti sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya kemajuan teknologi dan sebagainya yang menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senajata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom yang dijatuhkan di Kota Hiroshima dan Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl, kebocoran gas beracun di India, penggunaan peluru kendali dalam perang Irak, dan berbagai penggunaan teknologi yang menyebabkan penderitaan kepada manusia.
Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Begitupula komunikasi yang dilakukan para seniman yang menyalurkan informasi melalui karya seni agar kita dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

F.    Penderitaan dan Sebab-Sebabnya
Secara sederhana sebab-sebab timbulnya penderitaan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
A)     Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia
Penderitaan yang menimpa manusia ini berasal dari manusia lain yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini menyangkut dengan hubungan antar manusia dengan sesamanya. Hal ini bisa terjadi dimana saja baik dijalanan ataupun saat kita berada didalam suatu instansi bahkan saat kita berada dirumah. Perbedaan nasib baik dan buruk juga menjadi pemicu manusia untuk dicelakai atau mencelakai manusia lain sebab terdapat perasaan iri apabila manusia lain bernasib baik dan ingin menghancurkan nasib baik tersebut.
B)      Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab Tuhan
Penderitaan yang menimpa manusia yang berasal dari penyakit atau siksa/azab dari Tuhan. Hal ini menguji kesabaran, tawakal, dan optimisme dari manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut. Sebab penyakit yang diberikan, serta siksa/azab yang diberikan oleh Tuhan hanyalah sebagai peringatan kepada kita agar kita tidak berpaling dari-Nya, dan Tuhan akan menggantikannya dengan keadaan yang lebih baik ketika kita mampu melewati hal tersebut dengan baik penuh kesabaran, tawakal, optimis, dan tetap berfikir positif terhadap segala penyakit, siksa/azab yang diberikan kepada kita.

G.   Pengaruh Penderitaan
Penderitaan yang dialami oleh manusia mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap yang negatif akan menyebabkan penyesalan, kekecewaan, putus asa, dan ingin mengakhiri hidup. Sedangkan sikap yang positif akan menjadikan manusia menjadi optimis dalam menghadapi penderitaan hidup karena hidup bukan hanya rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan hanyalah bagian kecil dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Paten dan Hak Cipta

      Dalam Undang-undang Hak Cipta tertulis bahwa Undang-Undang ini bertujuan untuk melindungi dan memberikan jaminan kepastian hukum bagi...